web analytics
Breaking News
Home / Info / Ternyata, Hukuman Mati Qisas Atau Pancung Lebih Manusiawi
qisas

Ternyata, Hukuman Mati Qisas Atau Pancung Lebih Manusiawi

Praktek hukuman mati bagi pelaku kejahatan dihampir semua negara sudah banyak yang ditinggalkan. Hanya tinggal beberapa saja yang masih memberlakukan hukuman mati untuk kasus-kasus kejahatan yang dianggap sebagai pelanggaran berat.

Cina misalnya masih memberlakukan hukuman mati dengan menembak para koruptor. Karena koruptor dianggap kejahatan berat yang telah merugikan negara dan rakyat. Di Amerika Serikat juga melakukan hal yang sama untuk kejahatan yang tak diampuni, walau dengan cara suntik mati, tidak lagi dengan listrik.

Di Indonesia sendiri, negara kita ini menghukum para narapidana dengan cara menembak, sedangkan yang paling banyak menuai kontroversi adalah hukuman mati kerajaan Arab Saudi dengan cara memenggal atau memancung kepala narapidana yang sering disebut qisas.

Nah bagi yang penasaran qisas itu apa, disini saya akan bahas penuh arti qisas, fakta dan sumber mengapa Arab Saudi begitu konsisten menghukum mati narapidana dengan cara seperti ini. Yuk disimak!

Definisi dan Syarat Pelaksanaan Qisas

syarat qisas

Qisas secara istilah ialah suatu hukuman yang telah ditetapkan oleh Allah yang wajib dilaksanakan bagi menunaikan hak manusia. Qisas dalam hukum islam berarti pembalasan (memberi hukuman yang setimpal), mirip dengan istilah “hutang nyawa dibayar nyawa”. Dalam kasus pembunuhan, hukum qisas memberikan hak kepada keluarga korban untuk meminta hukuman mati kepada pembunuh.

Qisas sendiri diatur dalam undang-undang Jenayah, yaitu melakukan sesuatu perkara yang dilarang oleh Allah SWT atau meninggalkan sesuatu perkara yang disuruh olehnya. Menurut sumber lain, Jenayah ialah perbuatan atau perilaku yang jahat dan dilakukan oleh seseorang untuk mencerobohi atau mencabut kehormatan jiwa serta nyawa seseorang dengan sengaja.

Allah SWT berfirman : وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَاْ أُولِيْ الأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Dan dalam qisas itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, wahai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.” (Qs. al-Baqarah: 179).

Maknanya, Allah menjadikan hukuman qisas adalah untuk jaminan kelangsungan hidup, ditinjau dari akibat yang ditimbulkannya, yaitu tercegahnya manusia saling bunuh di antara mereka. Hal ini berarti menjaga keberadaan jiwa mereka dan keberlangsungan kehidupan mereka di dunia.

Para ulama ber-ijma bahwa qisas tidak wajib, kecuali pada pembunuhan yang disengaja, korban termasuk orang yang terlindungi darahnya dan bukan orang yang dihalalkan darahnya. Artinya, korban pembunuhan yang dilakukan tersangka hukuman mati qisas adalah korban yang tidak berdosa dan keluarga korban menuntut hukuman setimpal untuk si pelaku kejahatan ataupun pembunuhan.

Fakta-fakta Hukuman Mati Qisas

fakta qisas

Kenapa Allah SWT dalam Al-Qur’an tegas-tegas menyebutkan bahwa orang yang dihukum mati qisas harus dengan cara dipancung dan tidak boleh dangan cara yang lain adalah karena hukuman jenis ini si pelaku kejahatan akan lebih cepat tewas kurang dari 8 detik. Maka tentunya si pelaku lebih cepat merasakan penderitaannya. Hukuman memenggal kepala seperti ini sudah terbukti lebih cepat ‘membunuh’ karena pasokan oksigen yang dibawa darah keotak otomatis terhenti.

Maka saat terputusnya leher, otak sudah tidak merespon atau melakukan perintah lagi lewat syaraf-syaraf, baik yang menuju otak maupun yang akan menuju tubuh. Tidak seperti hukuman mati gantung, menembak ataupun dengan cara dihukum di kursi listrik, hukuman qisas tidak akan membuat si pelaku tersiksa lebih lama. Lidah tidak akan menjulur keluar, mata tak akan melotot, sperma dan sel telur tidak akan sampai keluar ataupun pecah.

Dan yang paling mengejutkan adalah Arab Saudi pun pernah menghukum pancung pangerannya sendiri karena terbukti membunuh orang yang tak berdosa. Pelaku adalah Pangeran Turki bin Saud Al-Kabeer. Kasus ini dimulai 3 tahun yang lalu, ketika seorang pangeran menembak mati seorang warga negara Saudi selama pertengkaran kasar di antara sekelompok orang. Hal ini dinyatakan oleh kementerian dalam negeri negara itu bahwa insiden tersebut terjadi di wilayah Al Thumama, di pinggiran ibukota, Riyadh, Arab Saudi.

Yang Berhak Melakukan Qisas

qisas1

Yang berhak melakukannya adalah yang memiliki hak, yaitu para wali korban, dengan syarat mampu melakukan qisas dengan baik sesuai syariat. Apabila tidak mampu, maka diserahkan kepada pemerintah atau wakilnya. Hal ini tentunya dengan pengawasan dan naungan pemerintah atau wakilnya, agar dapat mencegah sikap melampaui batas dalam pelaksanaannya, serta untuk memaksa pelaksana menunaikannya sesuai syariat.

Hikmah Dibalik Qisas

hikmah qisas

Dalam qisas terdapat banyak hikmah, di antaranya menjaga masyarakat dari kejahatan dan menahan setiap orang yang akan menumpahkan darah orang lain. Mewujudkan keadilan dan menolong orang yang terzalimi, dengan memberikan kemudahan bagi wali korban untuk membalas kepada pelaku seperti yang dilakukan kepada korban. Menjadi sarana taubat dan penyucian dari dosa yang telah dilanggarnya, karena qisas menjadi kafarah (penghapus dosa) bagi pelakunya.

Nah, demikianlah beberapa hukum seputar qisas. Mudah-mudahan dapat memberikan pencerahan akan keindahan dan pentingnya menerapkan qisas di masyarakat kita. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua dan juga bisa menambah ilmu pengetahuan.

Check Also

perang

History Perang Vietnam, Kekalahan Terbesar Amerika

Perang Vietnam atau sering disebut Perang Indochina Kedua adalah konflik panjang yang terjadi di tahun 1957 sampai …