web analytics
Breaking News
Home / Info / Biografi Abraham Lincoln, Presiden Ke-16 Amerika Serikat
Abraham Lincoln

Biografi Abraham Lincoln, Presiden Ke-16 Amerika Serikat

Abraham Lincoln adalah presiden ke-16 Amerika Serikat, menjabat sejak 4 Maret 1861. Dia mempertahankan Amerika Serikat selama Perang Saudara dan berhasil menghapus perbudakan yang ada di negara adidaya tersebut.

Siapa Abraham Lincoln?

Abraham Lincoln1

Abraham Lincoln lahir di Hardin County, Kentucky pada 12 Februari 1809 dan meninggal 15 April 1865. Beliau adalah presiden ke-16 Amerika Serikat dan dianggap sebagai salah satu pahlawan terbesar Amerika karena perannya sebagai penyelamat bangsa serta berhasil menghapus perbudakan. Kemunculannya di politik Amerika yang sederhana dan mencapai jabatan tertinggi di negeri ini adalah sebuah kisah yang luar biasa.

Sebagai penentang adanya perbudakan, Lincoln memenangkan pencalonan presiden Amerika Serikat dari Partai Republik pada tahun 1860 dan kemudian terpilih kembali sebagai presiden di tahun 1864. Dia mengeluarkan dekrit yang memerintahkan penghapusan perbudakan melalui Proclamation of Emancipation pada tahun 1863 serta menambahkan Pasal ketiga belas ke dalam UUD AS pada tahun 1865.

Proklamasi Emansipasi Lincoln

Abraham Lincoln2

Pada tanggal 1 Januari 1863, Lincoln menyampaikan Proklamasi Emansipasi yang berisi dua dekret presiden semasa Perang Saudara Amerika (1861-1865).

Yang pertama dikeluarkan pada 22 September 1862 saat Union Army (negara bagian di Amerika Serikat) memenangkan peperangan antar Perang Saudara di Antietam dan itu memberi kepercayaan kepada Lincoln untuk secara resmi mengubah tujuan perang. Dia mengumumkan pembebasan budak yang berada di Negara Konfederesi Amerika untuk bergabung kembali dengan Amerika Serikat pada tanggal 1 Januari 1863.

Dekret kedua ia proklamasikan pada tanggal 1 Januari 1863 dan ia menyerukan semua negara bagian mana saja untuk membebaskan para budak.

Proklamasi Emansipasi Lincoln menyatakan bahwa semua individu yang ditahan sebagai budak di negara-negara pemberontak “selanjutnya bebas”. Proklamasi tersebut tidak berlaku di perbatasan Amerika, seperti Texas dan Tennessee.

Pidato Lincoln Paling Populer Yaitu Pidato Gettysburg

Abraham Lincoln3

Pada tanggal 19 November 1963, Lincoln menyampaikan pidatonya yang paling terkenal dan terpenting dalam sejarah Amerika, yaitu Pidato Gettysburg. Menghadapi kerumunan sekitar 15.000 orang, Lincoln menyampaikan pidato 272 kata di salah satu medan perang paling berdarah di Perang Saudara Amerika, Pemakaman Nasional Gettysburg, Pennsylvania. Isi pidato Gettysburg itu berbunyi:

“Delapan puluh tujuh tahun yang lalu nenek moyang kita melahirkan satu bangsa baru di benua ini, mengandung kebebasan dan mempunyai gagasan bahwa semua manusia diciptakan sama. Sekarang kita disini terlibat dalam perang saudara yang besar, yang menguji bangsa ini apakah bisa bertahan atau tidak.

Sekarang kita terlibat di pertempuran ini. Kita datang disini untuk memberi penghormatan bagi mereka yang berjuang hidup atau mati agar bangsa ini bisa bertahan. Hal ini pantas dan tepat untuk kita lakukan. Tapi, kita tidak bisa mendedikasikan, kita tidak bisa menguduskan, kita tidak bisa menyucikan tanah ini.

Orang-orang pemberani, baik yang hidup maupun yang mati, yang berjuang di sini, telah menjadikan tanah ini keramat dan berada jauh di atas kemampuan kita yang lemah untuk menambah atau mengurangi kesuciannya.

Dunia mungkin akan sebentar, dan mungkin tidak mengingat apa yang kita katakan di sini, tetapi dunia tidak pernah bisa melupakan apa yang mereka lakukan di sini. Hal ini adalah pelajaran bagi kita yang hidup, untuk mengabdi kepada pekerjaan yang belum selesai yang mereka perjuangkan di sini; suatu pekerjaan yang begitu mulia.

Bagi kita berada di sini adalah pengabdian, untuk tugas besar yang tersisa di depan kita. Dan dari orang-orang mati yang terhormat ini, kita memilih untuk melanjutkan pengabdian yang mereka perjuangkan selama ini dengan seluruh tenaga mereka agar kita membuktikan bahwa orang-orang mati ini tidak meninggal sia-sia. Bangsa ini di bawah Tuhan akan memiliki kelahiran baru yaitu kebebasan dan pemerintahan yang dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat akan tidak binasa dari bumi.”

Keluarga

Abraham Lincoln4

Abraham Lincoln merupakan anak dari pasangan Thomas Lincoln dan Nancy Hanks Lincoln. Ayah dan ibunya adalah anggota gereja yang sangat dihormati dan dikenal karena kejujurannya. Pasangan itu memiliki dua anak lainnya yaitu kakak perempuan Abraham, Sarah dan adik laki-laki yang meninggal saat masih bayi.

Ketika Abraham berusia sembilan tahun, ibunya meninggal karena kanker payudara di usia 34 tahun, pada tanggal 5 Oktober 1818. Peristiwa tersebut sangat memukulnya dan Abraham semakin terasing dari ayahnya karena ayahnya diam-diam menikah lagi. Pada bulan Desember 1819, ayah Lincoln Thomas menikahi Sarah Bush Johnston, seorang janda yang mempunyai tiga anak. Dia adalah wanita yang kuat serta penuh kasih sayang dan dengannya pula Abraham tumbuh dewasa.

Masa Kecil dan Pendidikan

Abraham Lincoln5

Keluarga Lincoln terpaksa pindah dari tempat kelahiran Abraham karena terjadi sengketa tanah pada tahun 1817. Mereka pindah ke daerah Kentucky County, Indiana. Di sana keluarga mereka bekerja keras untuk mencari nafkah dengan bertani dan akhirnya Thomas Lincoln bisa membeli tanah sendiri.

Meskipun kedua orangtuanya buta huruf, ibu tiri nya mendorong Abraham untuk belajar membaca. Lincoln sendiri hanya mengecap pendidikan selama kira-kira setahun, tetapi dalam waktu singkat ia dapat membaca, menulis dan berhitung. Ketika ia beranjak dewasa ia berusaha keras untuk menambah pengetahuannya.

Sedangkan bahan bacaan tidak banyak tersedia di padang gurun Indiana. Akhirnya beliau berjalan bermil-mil untuk meminjam buku. Dan ia sering membaca Alkitab serta buku-buku populer lainnya saat itu seperti Robinson Crusoe dan Fabel Aesop.

Pada bulan Maret 1830, keluarga tersebut kembali bermigrasi, kali ini ke Macon County, Illinois. Ketika ayahnya memindahkan keluarga itu lagi ke Coles County, Abraham Lincoln yang berusia 22 tahun saat itu memutuskan untuk mandiri dan mencari nafkah dengan tenaganya sendiri. Dengan postur badan yang kecil tapi berotot dan kuat secara fisik, ia mengadu nasib dengan bekerja sebagai pembelah kayu pagar.

Abraham Lincoln akhirnya bermigrasi ke kota kecil New Salem, Illinois, di mana selama bertahun-tahun ia bekerja sebagai penjaga toko, kepala sekolah dan akhirnya menjadi pemilik toko. Di sanalah Lincoln sering bertemu dengan masyarakat, memperoleh keterampilan sosial dan mengasah bakat mendongeng yang membuatnya populer di kalangan penduduk setempat.

Ketika Perang Black Hawk pecah pada tahun 1832 antara Amerika Serikat dan penduduk asli Amerika, para sukarelawan di daerah tersebut memilih Lincoln untuk menjadi kapten mereka. Dan disanalah ia pertama kali menjadi tentara.

Istri dan Anak-anak

Abraham Lincoln6

Abraham Lincoln menikah dengan Mary Todd pada tanggal 4 November 1842. Todd adalah seorang wanita berpendidikan tinggi dan dari keluarga Kentucky yang terhormat. Ketika pasangan itu bertunangan pada tahun 1840, banyak teman dan keluarga dari Mary yang tidak setuju.

Pada tahun 1841, pertunangan itu tiba-tiba terputus karena Lincoln merasa tidak cocok dengannya. Namun, Mary tidak mau pertunangan itu terputus dan akhirnya mereka menikah pada tahun 1842. Pasangan itu memiliki empat anak dan hanya satu anak yang bertahan sampai dewasa yaitu Robert.

Sebelum menikahi Todd, Lincoln sendiri tertarik dengan wanita lain. Sekitar tahun 1837, dia bertemu dan menjalin asmara dengan Anne Rutledge. Sebelum mereka sempat bertunangan, kekasihnya Anne meninggal pada usia 22 tahun karena demam tifoid. Kematiannya telah membuat Lincoln sangat depresi. Namun, beberapa sejarawan tidak setuju dengan kebenaran hubungan Lincoln dengan Rutledge.

Awal Karier

Abraham Lincoln7

Di usia 28 tahun ia berhasil menjadi ahli hukum. Pada tahun 1834, Abraham Lincoln memulai karir politiknya dan terpilih menjadi anggota dewan negara bagian Illinois sebagai anggota Partai Whig. Pada tahun 1837 ia mulai berlatih dan belajar bersama John T. Stuart.

Jika bukan karena pengaruh Stuart, dapat dibayangkan bahwa Lincoln mungkin tidak akan pernah tertarik dengan hukum dan dengan demikian, mungkin tidak akan pernah menjadi presiden. Dan saat itulah dia memutuskan untuk menjadi seorang pengacara, ia mulai mempelajari rumus tetap Konstitusi Amerika Serikat dan Deklarasi Kemerdekaan dari William Blackstone.

Pada tahun 1844, Abraham Lincoln bermitra dengan William Herndon dalam praktik hukum. Meskipun keduanya memiliki gaya yurisprudensi yang berbeda, mereka mengembangkan hubungan profesional dan pribadi yang erat. Lincoln menjalani hidup yang baik di tahun-tahun awalnya sebagai pengacara.

Abraham Lincoln akhirnya duduk di jabatan Dewan Perwakilan Rakyat A.S. dari 1847 sampai 1849. Masuknya beliau ke dalam politik nasional sangatlah singkat. Dia menggunakan masa jabatannya untuk berbicara melawan Perang Meksiko-Amerika dan mendukung Zachary Taylor untuk jabatan presiden pada tahun 1848. Kritiknya terhadap perang membuatnya tidak populer di negaranya dan dia memutuskan untuk tidak mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua dan kembali ke Springfield untuk menjadi pengacara.

Pada tahun 1850-an, ia menjadi pengacara di sebuah perusahaan Illinois Central Railroad. Kesuksesannya dalam beberapa kasus pengadilan membuatnya terkenal dan kliennya pun bertambah banyak.

Pandangan Lincoln Tentang Perbudakan

Abraham Lincoln8

Sebagai anggota legislatif negara bagian Illinois pada tahun 1834, Lincoln mendukung partai politik Whig yang notabene mempunyai visi dan misi yang sama dengan dirinya. Pemahaman politik ini membuatnya merumuskan pandangan awal tentang perbudakan, tidak sebatas kesalahan moral, namun juga sebagai penghalang bagi pembangunan ekonomi.

Pada tahun 1854, Kongres mengeluarkan Undang-Undang Kansas-Nebraska serta mencabut Kompromi Missouri dengan memperbolehkan pemukim laki-laki kulit putih di teritori-teritori tersebut untuk menentukan kedaulatan atas status perbudakan di teritori masing-masing. Abraham Lincoln yang sangat marah saat itu karena beliau menentang perbudakan akhirnya bergabung dengan Partai Republik tahun 1856.

Pada tahun 1857, Mahkamah Agung mengeluarkan keputusan kontroversialnya yaitu Scott v. Sanford, yang menyatakan bahwa orang Afrika-Amerika, baik yang budak maupun bukan, tidak dapat menjadi warga negara Amerika Serikat dan maka tidak memiliki kedudukan hukum di pengadilan federal.

Meskipun Abraham Lincoln merasa orang-orang Afrika-Amerika tidak sama dengan orang kulit putih, ia percaya bahwa pendiri Amerika bermaksud agar semua orang diciptakan dengan hak yang sama dan tidak bisa dicabut begitu saja. Lincoln memutuskan untuk menantang Mahkamah Agung Stephen Douglas di tempat duduknya.

Dalam pidatonya, dia mengkritik Mahkamah Agung dan Presiden Buchanan karena mempromosikan perbudakan dan menyatakan “rumah yang terbagi melawan dirinya sendiri tidak akan bisa berdiri.”

Selama kampanye Senat tahun 1858 melawan Douglas, dia berpartisipasi dalam tujuh perdebatan yang diadakan di berbagai kota di seluruh Illinois. Dan itu merupakan perdebatan politik yang paling terkenal dalam sejarah Amerika.

Kedua kandidat tersebut tidak mengecewakan publik, memberikan perdebatan sengit mengenai isu-isu mulai dari hak negara bagian hingga ekspansi barat, namun isu utamanya adalah perbudakan. Media saat itu sangat meliput perdebatan dan pada akhirnya, legislatif negara bagian memilih Douglas. Namun, pada tanggal 9 Mei 1860 Lincoln menerima dukungan pertamanya untuk dicalonkan sebagai presiden Amerika Serikat.

Pemilu Lincoln ke Kepresidenan

Abraham Lincoln9

Pada tahun 1860, operasi politik di Illinois mengorganisir sebuah kampanye untuk mendukung Abraham Lincoln sebagai presiden. Pada tanggal 18 Mei di Konvensi Nasional Republikan di Chicago, Lincoln melampaui kandidat yang lebih terkenal seperti William Seward dari New York dan Salmon P. Chase dari Ohio.

Partai Republik memilihnya menjadi calon presiden karena ia mempunyai pandangan yang moderat mengenai perbudakan, dukungannya untuk memperbaiki infrastruktur nasional dan tarif perlindungan bagi warga negara.

Dalam pemilihan umum, Lincoln berhasil unggul dari saingannya saat berkampanye menjadi Senat yaitu Stephen A. Douglas. Pada 6 November 1860, Lincoln menjadi Presiden Amerika Serikat ke-16 serta menjadi presiden pertama dari Partai Republik dan sebulan kemudian, perang saudara Amerika antara negara-negara bagian di Utara dan negara-negara bagian di Selatan pecah. Walaupun ia membenci perang, Presiden Lincoln menerimanya sebagai satu-satunya jalan untuk menyelamatkan persatuan negara.

Kabinet Lincoln

Abraham Lincoln10

Setelah terpilih menjadi presiden pada tahun 1860, Abraham Lincoln memilih sebuah kabinet kuat yang terdiri dari banyak saingan politiknya, termasuk William Seward, Salmon P. Chase, Edward Bates dan Edwin Stanton.

Membentuk kabinet seperti kata pepatah “tahan teman dekat dan musuh Anda lebih dekat”. Kabinet Lincoln menjadi salah satu aset terkuatnya di masa jabatan pertamanya dan dia juga membutuhkan mereka dengan dimulainya Perang Sipil pada tahun berikutnya.

Perang Sipil

Abraham Lincoln11

Sebelum pelantikan Lincoln pada bulan Maret 1861, tujuh negara bagian Selatan memisahkan diri dari Union dan pada bulan April. Keadaan memanas pada 4 Maret 1861 dan pemberontakan kecil pun mulai bermunculan. Hingga akhir tahun 1861, Missouri dan Kentucky dibagi, Pro-Selatan (Konfenderasi) dan Pro-Utara (Uni/Pemerintah). Dan terjadilah perang yang paling mahal dalam sejarah Amerika.

Di wilayah timur, ada ibukota AS, Washington, District of Columbia dan ibukota Konfederasi di Richmond. Kedua kota itu hanya berjarak 90 mil. Di daerah ini, pemimpin militer Konfederasi ialah Robert E. Lee. Lee adalah jenderal yang cerdas dan banyak memenangkan pertempuran, termasuk Pertempuran Bull Run Pertama serta Pertempuran Bull Run Kedua dan berhasil menekan pasukan Uni mundur, hingga berhasil dihambat oleh pasukan Uni dalam Pertempuran Antietam.

Akan tetapi, Pertempuran Gettysburglah yang merupakan titik balik perang ini. Pertempuran Gettysburg banyak memakan korban jiwa, baik dari Uni dan Konfederasi, tetapi jumlah pasukan Konfederasi lebih sedikit jika dibandingkan pasukan Uni, sehingga jelas kerugian berada di Konfederasi. Sejak perang ini, Konfederasi hampir tidak pernah lagi melancarkan serangan.

Abraham Lincoln menanggapi krisis pertamanya sebagai presiden karena tidak ada presiden lain sebelum dia yang menentang perbudakan. Dia juga menghentikan surat perintah habeas corpus, menangkap dan memenjarakan simpatisan Konfederasi yang dicurigai tanpa surat perintah penangkapan. Namun dari segala arah, Lincoln menghadapi penghinaan dan pembangkangan. Dia sering berselisih dengan para jenderalnya, kabinetnya, partainya dan mayoritas rakyat Amerika.

Pada tanggal 9 April 1865, Jenderal Robert E. Lee, pemimpin militer Konfederasi, menyerahkan pasukannya ke Jenderal Union Ulysses S. Grant (yang kemudian menjadi Presiden AS) dan perang akhirnya berhasil diredam.

Kemenangan untuk Uni selain mengakhiri negara Konfederasi, juga mengakhiri praktik perbudakan di Amerika Serikat, dan memperkuat posisi pemerintah federal. Permasalahan sosial, politik, ekonomi dan rasis setelah peperangan berhasil dituntaskan pada tahun 1877.

Kematian Abraham Lincoln

Abraham Lincoln12

Presiden Lincoln ditembak di teater Ford, Washington, Amerika Serikat, pada 14 April 1865 dan meninggal keesokan harinya tanggal 15 April 1865 pada usia 56 tahun. Beliau sempat koma selama 9 jam sebelum kematian menjemputnya dan dimakamkan di Springfield, Illinois.

Pembunuhnya merupakan aktor di teater tersebut yang memiliki gangguan jiwa yaitu John Wilkes Booth. Ia juga salah seorang pendukung Konfederasi yang menentang diserahkannya tentara Konfederasi kepada pemerintah setelah berakhirnya perang saudara.

Check Also

perang

History Perang Vietnam, Kekalahan Terbesar Amerika

Perang Vietnam atau sering disebut Perang Indochina Kedua adalah konflik panjang yang terjadi di tahun 1957 sampai …