web analytics
Breaking News
Home / health / Sejarah Kondom Sebagai Alat Kontrasepsi
kondom

Sejarah Kondom Sebagai Alat Kontrasepsi

Kondom adalah alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan serta alat penghalang penyebaran infeksi menular seksual. Kondom wanita terbuat dari bahan silinder, sedangkan untuk pria terbuat dari latex atau karet.

Kondom pria dipakai di atas penis untuk mencegah kontak dengan kulit pasangan, mukosa dan sekresi alat kelamin. Kondom telah ada selama ribuan tahun, namun baru mulai digunakan secara luas dalam seratus tahun terakhir.

Sementara, kondom wanita ditempatkan di dalam vagina dan bekerja efektif mencegah kehamilan. Berikut ini sejarah lengkap tentang kondom dari waktu ke waktu. Daripada penasaran, yuk disimak sama-sama!

Rentan Waktu

11.000 SM

1

Tampilan pertama kondom datang sekitar 11.000 SM. Dua gua di Prancis yang dikenal sebagai Grotte des Combarrelles diketahui memiliki lukisan di dinding yang menurut para ilmuwan merupakan lukisan kondom. Ilmuwan percaya bahwa ini adalah bukti pertama kondom digunakan.

1.000 SM

2

Di Mesir kuno, sejarawan percaya bahwa orang menggunakan kondom di penis adalah untuk berlindung dari serangga dan penyakit tropis yang menyakitkan.

Untuk mencegah infeksi, masyarakat Cina kuno membungkus sutra yang diminyaki di sekitar penis, sementara orang Jepang menggunakan kulit dan tempurung kura-kura.

Selama periode ini, menggunakan bahan yang terbuat dari bagian tubuh hewan sangat umum terjadi. Orang Romawi bahkan mengembangkan kondom yang terbuat dari kandung kemih kambing.

1400-an

3

Di Asia, khususnya China dan Jepang, kondom pertama yang digunakan adalah kondom Glans. Kondom Glans hanya menutupi kepala penis dan digunakan untuk mengontrol tingkat kelahiran, namun juga digunakan untuk melindungi penis dari infeksi.

Pada periode ini, masyarakat Cina membuat kondom dengan bahan utama usus Domba. Di Jepang, bahan seperti tempurung kura-kura atau tanduk binatang digunakan.

1500-an

4

Seorang ilmuwan Italia, Gabrielle Fallopius, menghasilkan karya pertama mengenai bahaya sifilis IMS. Dia menemukan dan merekomendasikan kondom sebagai pelindung penis yang direndam bahan kimia untuk mencegah penyebaran sifilis.

Gabrielle Fallopius melakukan percobaan yang terdiri dari 1.100 peserta dan menentukan keefektifan kondom dalam perlindungan terhadap sifilis. Ternyata, tak ada satu pun peserta terinfeksi penyakit ini dan penemuan ini membuktikan keberhasilan kondom untuk melindungi secara efektif terhadap penyakit IMS.

1600-an

5

Begitu Fallopius menerbitkan sebuah karya tentang perlindungan IMS, orang-orang di periode malah kurang percaya terhadap gagasan tentang kondom dan tidak sedikit yang menentang penemuan itu.

Pada tahun 1605, Pendeta Katolik Leonardus Lessius mengklaim bahwa kondom tidak bermoral, dan ia merupakan tokoh agama pertama yang menentang penggunaan kondom.

1700-an

6

Di periode ini, masyarakat menjadi lebih sadar akan kondom dan penggunaannya. Seiring dengan kesadaran publik meningkat, dokter asal Inggris Daniel Turner menyatakan keyakinannya bahwa kondom mendorong pria berguna untuk seks yang aman dengan pasangan yang berbeda.

Padahal, banyak dokter mengecam penggunaan kondom dengan alasan moral. Kendati demikian, pasar kondom terus berkembang. Kondom, yang seringkali terbuat dari “kulit” (usus atau kandung kemih yang diolah dengan belerang atau alkali) atau linen yang dibasahi bahan kimia, menjadi lebih banyak tersedia dan mulai dijual di tempat umum, seperti pub atau pasar.

1800-an

7

Pada awal 1800-an, banyak pandangan orang tentang kondom mulai berkembang. Beberapa orang mulai menggunakan kondom secara terbuka, sementara yang lain terus mengecam penggunaan kondom.

Anggota parlemen di Inggris mencoba untuk melarang kondom karena mereka percaya bahwa kondom tidak menawarkan perlindungan yang cukup terhadap sifilis, dan mereka juga berpandangan memakai kondom akan membuat seks menjadi tidak aman dan tidak bertanggung jawab.

Meskipun orang mendiskreditkan penggunaan kondom, pasar kondom berkembang dengan pesat sehingga tersedia bagi kelas menengah dan tidak hanya kelas atas. Di periode ini semua kondom telah dibuat dari linen atau kulit binatang.

Pada tahun 1839, Charles Goodyear menemukan vulkanisasi karet, namun kondom karet pertama tidak diproduksi sampai tahun 1855. Beberapa tahun kemudian, sebagian besar perusahaan karet juga memproduksi kondom. Kondom ini bisa digunakan kembali, yang berarti harganya jauh lebih terjangkau.

Namun, kondom kulit masih cenderung lebih populer, terutama karena harganya lebih murah. Salah satu masalah dengan kondom karet awalnya adalah mudah jatuh karena mereka hanya menutupi kelenjar penis. Akhirnya, produsen kondom menyadari bahwa mereka bisa memproduksi kondom secara massal yang sesuai dengan semua orang dengan biaya yang jauh lebih masuk akal.

Sejarah kondom selamanya berubah saat kondom karet ditemukan karena sekarang berhasil melindungi kehamilan dan IMS sementara juga tersedia secara luas. Kondom karet yang baru ditemukan ini juga menyebabkan orang menyebut kondom sebagai “karet”, sebuah istilah yang masih digunakan sampai sekarang.

1900-an

8

Banyak kemajuan kondom datang pada tahun 1900-an. Kemajuan ini dimulai saat kondom didistribusikan ke personil militer selama Perang Dunia I karena terbukti menurunkan laju transmisi IMS. Sebelum perang, mayoritas kondom yang didistribusikan di Eropa disediakan oleh Jerman, namun ini berubah drastis sepanjang Perang Dunia I.

Julius Fromm, seorang ahli kimia Jerman, menciptakan metode baru untuk memproduksi kondom, di mana ia mencelupkan cetakan kaca ke karet mentah. Metode ini memungkinkan karet untuk mengadopsi bentuk segala ukuran penis, sehingga memberi kondom tekstur dan bentuk yang lebih ideal. Akhirnya kondom buatan Julius Fromm ini sangat populer di Jerman saat itu.

Pada tahun 1918 seorang hakim memutuskan bahwa kondom boleh dijual dan diiklankan untuk pencegahan penyakit, walaupun mereka tidak dapat dijual sebagai alat kontrasepsi. Akibatnya, penjualan kondom meningkat dua kali lipat pada awal 1920-an.

Pada akhir 1920-an, lateks ditemukan. Dengan penemuan lateks, akhirnya tercipta kondom bahan lateks pertama kali di dunia. Proses pembuatan kondom lateks melibatkan karet yang tersuspensi dalam air untuk memungkinkan getah tersebut terbentuk menjadi bentuk penis.

The Young’s Rubber Company menghasilkan kondom lateks pertama. Kondom ini diproduksi secara massal dan jauh lebih murah daripada kondom linen karena jumlah tenaga kerja hanya sedikit dibutuhkan. Perusahaan karet London menciptakan Durex, brand kondom lateks pertama di dunia, yang masih merupakan merek terkenal dan terdistribusi diseluruh dunia saat ini.

Sepanjang tahun 1920-an, kondom kulit semakin berkurang popularitasnya karena kondom lateks mulai diproduksi secara massal. Meski kebanyakan orang mulai menggunakan lateks, kondom ini tidak diketahui efektivitasnya. Kondom lateks yang diproduksi sering bocor dan tidak dapat diandalkan.

Oleh karena itu, FDA (Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS) mengatakan bahwa kondom adalah obat dan setiap kondom harus diuji sebelum didistribusikan. Penerimaan dan popularitas kondom terus berkembang sepanjang pertengahan 1900-an.

Pada tahun 1957, Durex menciptakan kondom pertama dengan pelumas. Ketika para ilmuwan menemukan HIV sebagai infeksi menular seksual, kondom mulai dipasarkan sebagai cara untuk mencegah orang tertular HIV. Di periode ini orang-orang mengatakan bahwa kondom adalah cara paling efektif untuk menjadi penghalang dan memungkinkan mereka berhubungan seks sekaligus melindungi diri terhadap penyakit ini.

Sekarang, kondom secara luas diyakini sebagai alat kontrasepsi dan salah satu cara terbaik untuk melindungi dari infeksi menular seksual. Pada tahun 1997, Durex menciptakan situs perusahaan kondom pertama sekaligus menandai kemajuan penggunaan kondom di seluruh dunia.

2000-an

9

Setelah Durex menciptakan situs perusahaan kondom pertama, kondom menjadi istilah rumah tangga yang umum dibicarakan. Pendidikan seksual di seluruh Amerika Serikat sekarang menggabungkan dan mendorong penggunaan kondom dalam praktik seks aman.

Saat ini, Anda dapat menemukan banyak variasi kondom klasik, dari berbagai ukuran, bentuk, warna, bahkan rasa. Jika biaya pembelian kondom membuat Anda enggan menggunakannya, banyak kelompok sekarang memberikan kondom gratis sebagai cara untuk mempromosikan seks yang aman.

Organisasi-organisasi ini meliputi Planned Parenthood, CondomUSA.com dan mayoritas kampus-kampus. Dewasa ini, penggunaan kondom dipraktikkan oleh miliaran orang di seluruh dunia dan merupakan salah satu cara terbaik untuk mempromosikan dan mempraktikkan seks yang aman.

Kondom Wanita

10

Kondom wanita ditemukan bertahun-tahun setelah kondom pria. Gagasan untuk kondom wanita pertama kali terjadi pada tahun 1937. Pada tahun 1984, seorang dokter Denmark bernama Lasse Hessel menemukan sebuah model awal untuk kondom wanita pertama.

Dokter ini mengemukakan tiga aspek penting yang berhasil mengurangi risiko infeksi menular seksual dan melindungi diri dari kehamilan yang tidak diinginkan. Pertama, itu berisi selubung yang akan melapisi vagina. Kedua, itu termasuk cincin eksternal dan menutupi genital eksternal manapun serta mencegah penis tidak terlalu jauh ke dalam vagina saat melakukan hubungan intim.

Terakhir, cincin internal itu dibantu dengan penyisipan awal ke dalam vagina dan mencegah kondom tidak masuk ke serviks sehingga bisa sangat menyakitkan. Setelah Hessel mengembangkan sebuah prototipe, dia bekerja sama dengan perusahaan produk kimia bernama Wisconsin Pharmacal Co.

Dia mengembangkan desainnya lebih lanjut, memastikan kondom wanita memenuhi persyaratan FDA. Kondom wanita generasi pertama, yang diberi nama FC1, terbuat dari poliuretan. Kondom wanita generasi kedua, bernama FC2 terbuat dari nitril sintetis. FC2 dirancang untuk menggantikan FC1, karena memberikan keamanan dan efisiensi yang sama namun dengan biaya lebih yang lebih terjangkau.

Dengan penggunaan yang sempurna, kondom wanita memiliki tingkat kegagalan untuk hamil sebesar 5%. Namun dengan penggunaan yang kurang sempurna, ia memiliki tingkat kegagalan 21%. Kondom wanita juga bisa digunakan oleh pria homoseksual selama seks anal.

Penggunaan kondom wanita di seluruh dunia jauh lebih rendah daripada kondom pria, namun organisasi kristen YMCA mencoba mendorong inisiatif untuk meningkatkan penggunaan kondom wanita. Pada tahun 2005, YMCA menghubungi donor internasional dan menyatakan bahwa “kondom perempuan tetap menjadi satu-satunya alat untuk pencegahan HIV.”

Akhirnya, 12 juta kondom wanita didistribusikan untuk wanita di seluruh negara berkembang. Meskipun YMCA terus mendorong penggunaan kondom wanita, kondom pria masih menjadi ‘idola’ karena jauh lebih laku di pasaran dibanding dengan kondom wanita.

Kesimpulan

Saat ini, penggunaan kondom sudah mencapai miliaran dan terus bertambah setiap tahunnya. Penyebaran penyakit siplis atau IMS serta jumlah kehamilan yang tidak diinginkan telah menurun secara signifikan. Banyak jenis kondom sekarang tersedia agar sesuai dengan setiap individu.

Setiap individu memiliki preferensi yang berbeda mengenai ukuran, tekstur dan pelumasan. Sampai sekarang, banyak perusahaan kondom mulai mencari inovasi baru agar lebih sesuai dengan permintaan pasar, karena di setiap negara ukuran penis pria berbeda-beda. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah membaca.

Check Also

bc861c5d2c4b084835906772ef5fdb62

Manfaat Daun Kemangi Untuk Kesehatan dan Kecantikan

Lemon basil ( daun kemangi ) adalah salah satu jenis sayuran hijau yang sering dijadikan …